
Latar Belakang
Longsor melanda Wisata Hutan Bambu, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, mengguncang warga setempat. Seorang warga, Banu (46), menceritakan detik-detik terjadinya insiden tersebut.
Pada Rabu (11/2/2026) sore, Banu pertama kali mendapat informasi tentang banjir kiriman dari Bogor melalui alarm bendungan yang berbunyi. “Saya langsung merasa ada sesuatu yang tidak beres,” ujar Banu.
Fakta Penting
Banu menceritakan bahwa lonjakan air dari Bogor menyebabkan bendungan di daerahnya tidak sanggup menahan debit air. “Air datang dengan cepat, dan sebelum kita sadar, longsor sudah terjadi,” tambahnya.
Wisata Hutan Bambu yang biasanya menjadi tempat wisata favorit warga, kini terendam lumpur dan puing-puing. Sejumlah rumah warga juga terkena dampak, meskipun tidak ada laporan korban jiwa.
Dampak
Insiden ini telah menghentikan sementara aktifitas wisata di daerah tersebut. Pemerintah setempat sudah bergerak cepat untuk mengevakuasi warga dan memulai proses evakuasi lumpur.
Banu mengatakan, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur bendungan. “Kita harap pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi bendungan untuk mencegah kejadian seperti ini terjadi lagi,” pungkasnya.
Penutup
Longsor di Wisata Hutan Bambu Bekasi tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menjadi peringatan penting tentang pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam. Apakah kita sudah cukup siap menghadapi bencana serupa di masa depan?










