
Tim Advokasi Untuk Demokrasi mendorong Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI transparan mengenai penetapan tersangka empat prajurit yang diduga terlibat penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus . Tim Advokasi mendesak Puspom merilis foto keempat prajurit tersebut ke hadapan publik.
“Kami juga mengikuti perkembangan penyelidikan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI yang di waktu bersamaan menyatakan telah ‘mengamankan’ 4 orang personil TNI sebagai terduga pelaku dengan identitas Kapten NDP, Letnan Satu SL, Letnan Satu BHW, dan Sersan Dua ES,” demikian keterangan Tim Advokasi Untuk Demokrasi dikutip Senin (23/1/2026).
“Oleh sebab itu, kami mendesak Puspom TNI untuk bersikap transparan dan akuntabel dengan merilis foto atau menunjukkan pelaku secara langsung agar dapat diverifikasi kebenarannya oleh masyarakat secara independen,” sambungnya.










