
Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai menghadapi kekurangan persediaan rudal utama, termasuk rudal Tomahawk dan rudal pencegat SM-3, saat serangan militer gabungan AS-Israel terhadap Iran terus berlanjut.
Kekurangan persediaan rudal itu, seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency , Rabu (4/3/2026), dilaporkan oleh media terkemuka AS, CNN , dengan mengutip seorang pejabat senior AS yang tidak disebut namanya.
Diungkapkan oleh pejabat senior AS tersebut, bahwa AS mengantisipasi “peningkatan besar” dalam serangan-serangannya untuk waktu 24 jam ke depan, sementara cadangan rudal serang dan rudal pencegat semakin menipis.












