
Penutupan Era
Putra mahkota atau keturunan shah terakhir Iran, Reza Pahlavi, yang diasingkan dan putrinya yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat, buka suara usai kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Mereka menganggap meminta rakyat Iran bersiap.
Reaksi Reza Pahlavi
Dilansir New York Post dan dilihat dari akun X resmi Reza Pahlavi, Minggu (1/3/2026), Pahlavi yang telah tinggal di AS sejak revolusi 1979 bereaksi terhadap laporan Khamenei telah tewas setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran.
“Zahhak yang haus darah (raja jahat dalam mitologi Iran) di zaman kita, pembunuh puluhan ribu putra dan putri Iran yang paling berani, telah dihapus dari halaman sejarah. Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah berakhir dan akan segera dibuang ke tong sampah sejarah,” tulisnya di X.
Dampak Politik
Kematian Khamenei dan pernyataan Pahlavi menandai perubahan fundamental dalam peta politik Iran. Para analis memperkirakan bahwa negeri ini mungkin menghadapi fase transisi yang tidak stabil, dengan berbagai pihak berusaha mengambil alih kekuasaan.
Masa Depan Iran
Seperti apa bentuk pemerintahan Iran setelah Republik Islam? Pertanyaan ini mengemuka seiring dengan pernyataan Pahlavi yang menggugat legitimasi rezim saat ini. Rakyat Iran kini dihadapkan pada masa depan yang penuh ketidakpastian, namun juga peluang untuk perubahan yang lebih baik.












