
Latar Belakang
Ketua DPR RI Puan Maharani resmi membuka simulasi sidang Parlemen Remaja 2025 di Ruang Abdul Muis, Senayan, Jakarta. Acara ini menandai komitmen DPR RI untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam proses demokrasi. Namun, Puan juga menegaskan bahwa terbukanya gedung dpr tidak berarti kebebasan tanpa batas.
Fakta Penting
“Puan di Hadapan Siswa Parlemen Remaja: DPR Terbuka tapi Ada Aturannya” menjadi tema utama pidato Ketua DPR. Puan mengingatkan bahwa membuka gedung DPR bukan sekadar membuka gerbang, melainkan mendorong kegiatan yang positif dan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Tanpa permisi, tanpa Assalamu’alaikum, atau tanpa ketok pintu dulu, semua orang tidak boleh masuk seenaknya,” ujar Puan, menekankan pentingnya etika dan kerapian dalam setiap interaksi.
Dampak
Pernyataan Puan Maharani ini menunjukkan komitmen DPR RI untuk tetap terbuka, namun juga memastikan bahwa proses tersebut dilakukan dengan baik dan benar. Ini menjadi contoh penting bagaimana lembaga legislatif dapat memberikan ruang untuk generasi muda tanpa mengorbankan keamanan dan kewibawaan negara.
Penutup
“DPR Terbuka tapi Ada Aturannya” menjadi pesan yang kuat dari Puan Maharani. Acara ini tidak hanya memperkenalkan generasi muda pada sistem parliamentary, namun juga mengajarkan pentingnya disiplin dan etika dalam setiap upaya membangun demokrasi yang sehat.












