
Tragedi Longsor Sampah di Bantargebang, Menteri LH Kecam Kebiasaan Open Dumping
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengecam keras kejadian longsor maut di TPST Bantargebang yang menewaskan tujuh orang. Dalam pernyataannya di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Hanif menyebut kejadian ini sebagai ‘gunung es’ dari masalah lingkungan yang lebih mendalam.
Fakta Penting: ‘Gunung Es’ Masalah di TPST Bantargebang
Hanif menegaskan bahwa longsor sampah tidak hanya sebagai akibat langsung, tetapi juga sebagai tanda adanya masalah sistemik di TPST Bantargebang. Ia menuding bahwa aktivitas open dumping yang tidak terkontrol menjadi penyebab utama tragedi ini. “Jadi kejadian ini (longsor) ‘gunung es’-nya saja. Pasti ada pejabat-pejabat sebelumnya yang juga harus kami mintai keterangan kenapa kegiatan open dumping ini tidak dihentikan,” ujar Hanif.
Dampak Sosial dan Langkah Penyelidikan
Tragedi ini telah mencuri perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran atas kondisi TPST Bantargebang. Pemerintah saat ini sedang memproses penyelidikan menyeluruh dan meminta keterangan dari mantan pejabat terkait. Menteri LH juga mengingatkan pentingnya perubahan pola pengelolaan sampah untuk mencegah kembali terjadinya bencana serupa.
Penutup: Apakah Tragedi Ini Bisa Dicegah?
Pertanyaan ini kini mengemuka setelah Menteri LH mengidentifikasi TPST Bantargebang sebagai ‘gunung es’ dari masalah lingkungan yang lebih besar. Dengan langkah-langkah tegas dan perubahan kebijakan, harapannya adalah mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan.












