
Latar Belakang
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan langkah-langkah ekstrem untuk menghadapi kenaikan harga BBM akibat konflik AS-Israel dengan Iran. Dalam upaya menghemat bahan bakar, pemerintah menginstruksikan 50% pekerjanya untuk bekerja dari rumah (WFH) dan memperpanjang libur sekolah.
Fakta Penting
Harga minyak dunia melambung ke level di atas $100 per barel, level tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina 2022. Kenaikan ini terjadi karena serangan balasan Iran terhadap negara-negara penghasil minyak di Teluk. Pakistan, yang bergantung pada impor minyak dari kawasan tersebut, menanggapi dengan menaikkan harga BBM sekitar 20% pada Jumat lalu.
Dampak
Kebijakan kenaikan harga BBM memicu antrean panjang di SPBU seluruh negeri. Langkah WFH 50% dan libur sekolah dinilai sebagai upaya untuk mengurangi konsumsi energi, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang dampak sosial dan ekonomi jangka panjang.
Penutup
Kebijakan ini menunjukkan betapa seriusnya Pakistan menghadapi Krisis energi global. Namun, pertanyaan tetap beredar: apakah langkah-langkah ini cukup untuk mengatasi ketidakstabilan harga BBM dan dampaknya terhadap masyarakat?












