
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) berkolaborasi mendorong riset kebudayaan, mulai dari pengungkapan jejak peradaban Nusantara hingga pengembangan digitalisasi bahasa daerah.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan melalui kolaborasi ini, BRIN mengkaji potensi jejak peradaban Nusantara yang diperkirakan telah ada sejak 1,8 juta tahun lalu. Apabila hal tersebut terbukti secara ilmiah, Indonesia dinilai akan memiliki makna strategis dalam konteks geografis maupun peradaban.
Ia menjelaskan posisi Indonesia berada di antara kawasan Pasifik dan Samudra Hindia sekaligus menjadi titik pertemuan berbagai peradaban besar dunia. Dengan kekayaan sekitar 708 bahasa dengan 10 persen diantaranya berada di Indonesia dan 1.340 kelompok etnis, potensi usia peradaban Nusantara yang mencapai 1,8 juta tahun dinilai menjadi kekayaan yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai simpul penting dalam dinamika peradaban dunia.












