
Bulan penuh ampunan telah tiba. Di berbagai pelosok negeri menyambut kedatangan tamu mulia. Ramadhan adalah momentum untuk meningkatkan spiritualitas diri sekaligus kesalehan sosial. Karena itu, bagi orang beriman tidak elok melumuri Ramadhan dan bulan setelahnya dengan praktik korupsi.
Ramadhan tidak hanya sekadar menahan perut dari rasa lapar tetapi juga menekan sikap rakus atas materi ilegal. Praktik lancung suap dan gratifikasi di lingkaran birokrasi sudah sepatutnya diperangi dan dilawan bersama sebagai manifestasi jihad anti korupsi.
Dalam momentum ini, kegiatan tadarus anti korupsi patut digaungkan di setiap rumah ibadah guna mengingatkan kembali bahaya laten perbuatan rasuah. Kultum (kuliah tujuh menit) anti korupsi perlu diorasikan di atas mimbar untuk menegaskan bahwa korupsi termasuk dosa besar yang patut dijauhi.










