
Latar Belakang
Kebakaran gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, pada Senin (9/2/2026), menimbulkan dampak serius. Api yang berasal dari bahan kimia meletus selama 7 jam dan memerlukan 2 truk pasir untuk dipadamkan. Namun, bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mencemari Sungai Cisadane, mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
Fakta Penting
Pencemaran air di Sungai Cisadane disebabkan oleh limbah pestisida yang terlepas akibat kebakaran. Badan Lingkungan Hidup setempat telah melakukan pengecekan terhadap kualitas air, dengan hasil yang menunjukkan tingkat kontaminasi berbahaya. Risiko tersebut menambah ketidakpercayaan publik terhadap pengelolaan limbah industri.
Dampak
Masyarakat yang bergantung pada Sungai Cisadane untuk kebutuhan sehari-hari, seperti irigasi dan air minum, kini harus waspada. Ahli kesehatan menyarankan pengurangan kontak langsung dengan air sungai hingga pembersihan dilakukan. Kebakaran ini juga menjadi peringatan keras atas pentingnya pengawasan industri kimia.
Penutup
Risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh pencemaran Sungai Cisadane menegaskan urgensi tindakan pencegahan dan respons cepat. Bagaimana pemerintah dan industri akan memastikan kejadian serupa tidak terulang? Masyarakat menantikan langkah konkret untuk melindungi lingkungan dan kesehatan publik.












