
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan telah mengirimkan lebih dari enam ton pasokan medis ke Venezuela untuk membantu menstabilkan negara tersebut. Ini dilakukan sebulan setelah penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam serangan pasukan khusus AS.
Pengiriman 25 palet — lebih dari 6.000 kilogram — pasokan medis utama kepada rakyat Venezuela itu merupakan bagian dari rencana untuk “stabilisasi, pemulihan, dan transisi” negara tersebut, kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP , Sabtu (14/2/2026).
Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Namun, produksi minyaknya telah menurun tajam selama dua dekade terakhir pemerintahan Maduro. Begitu pula dengan ekonomi serta layanan sosial negara tersebut, termasuk sistem kesehatan masyarakatnya, berada dalam kondisi yang sangat buruk.












