
Latar Belakang
Dua siswi SD kelas lima dan enam di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, saat ini menghadapi dilema setelah rencana pernikahan mereka dibatalkan. Mereka mogok sekolah selama sebulan penuh dan kini berharap bisa kembali ke bangku sekolah, namun terhalang rasa malu yang mendalam.
Fakta Penting
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, Heny Murdianti, menjamin bahwa kedua siswi tersebut akan diterima kembali di sekolah tanpa ada hambatan. “Anak-anak ini senang bersekolah dan berniat melanjutkan pendidikan mereka,” ujar Heny, seperti dilansir detikBali pada Rabu (11/2/2026).
Dampak Sosial
Kasus ini menunjukkan pentingnya dukungan psikologis bagi anak-anak yang mengalami perubahan drastis dalam kehidupan mereka. Rasa malu dan stigma yang mungkin timbul dari kejadian ini dapat menghambat proses pendidikan mereka.
Penutup
Meskipun ada rintangan, komitmen pihak sekolah untuk menjamin pendidikan kedua siswi ini memberikan harapan bahwa mereka bisa kembali meraih mimpi-mimpi mereka di masa depan. Dukungan dari masyarakat dan pemerintah menjadi kunci dalam mencegah kasus serupa terjadi di masa yang akan datang.












