Latar Belakang
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merilis pernyataan mengejutkan terkait upaya negosiasi nuklir dengan Iran. Dalam wawancara dengan Larry Kudlow dari Fox Business pada Rabu (11/2/2026), Trump menyebut Iran “bodoh” jika tidak setuju dengan kesepakatan yang ditawarkan. Pernyataan ini datang saat armada militer AS dikabarkan sedang bergerak ke arah Iran.
Fakta Penting
Trump menggarisbawahi pentingnya kesepakatan nuklir bagi Iran. “Mereka akan bodoh jika tidak melakukannya,” ujarnya tegas. Ia juga menambahkan bahwa AS saat ini memiliki armada besar yang sedang menuju ke Iran, menambah tekanan pada negosiasi yang sedang berlangsung. Trump memprediksi bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan, namun ia memperingatkan dampak negatif jika tidak ada keputusan yang diambil.
Dampak
Perkembangan ini memicu ketidakpastian di kawasan Timur Tengah. Para analis mengemukakan bahwa pernyataan Trump dapat mempengaruhi dinamika negosiasi dan menambah ketegangan antara kedua negara. Sementara itu, Iran belum memberikan respon resmi terhadap pernyataan tersebut.
Penutup
Pernyataan Trump menambah tingkat kegundahan internasional terkait masa depan kerjasama nuklir dengan Iran. Dengan armada AS yang sedang bergerak, tekanan untuk mencapai kesepakatan semakin kuat. Pertanyaannya sekarang: apakah Iran akan menanggapi peringatan Trump ataukah situasi akan semakin memanas?


