
Belum lama ini saya menghadiri sebuah forum diskusi tentang investasi Tiongkok di sektor mineral dan energi. Pertanyaan yang mengemuka saat itu sesungguhnya bukan hal baru. Veronica Lukito, dalam tulisannya di South China Morning Post baru-baru ini, juga mengajukan hal serupa: apakah kebangkitan Tiongkok membawa kebaikan bagi Asia?
Secara geopolitik, jawabannya cenderung positif. Dunia yang kian multipolar membuat Amerika Serikat dan Barat tak lagi bisa memperlakukan Asia, apalagi negara-negara Selatan, secara taken for granted. Memudarnya era unipolaritas AS membuka ruang baru.
Dalam ruang itu, mitra-mitra global lain, baik Tiongkok maupun Barat, dituntut untuk menyodorkan model kemitraan ekonomi yang lebih adil dan layak diterima negara-negara berkembang. Singkatnya, kebangkitan Tiongkok memberi peluang agar hubungan internasional menjadi lebih seimbang.












